Selasa, 19 April 2011

Sang Penguasa Negri Kita.......

Ku curah kan rasa yang kian dalam, disaat mata dihadapkan dengan kenyatan, bahwasanya dia adalah penguasa.
Kurenungi jalan dan episode cerita, dari rentang waktu yang kian lama, di alam negri yang tiada pernah memberi makna, Hanya ada malapetaka dan bencana.

Tangis anak kecil mencari ibunya, hilang diterkam bencana. Pemuda terkapar penuh luka, di kebun milik sang penguasa. Seorang wanita terpaksa menjual diri demi menyekolahkan adik-adiknya.
Namun setiap harinya, disekolah anak-anak mengibarkan bendera sambil menyayikan lagu indonesia raya.

Ini semua seakan biasa saja, karna dia adalah sang penguasa yang hanya tau harta dan bendanya saja. Matanya seakan buta, telinganya pun seakan tidak ada, namun tangannya terus menerus bekerja dan otak pun mulai mutar kemana-mana, mencari celah kelemahan setiap manusia, agar tetap terus menjadi penguasa, yang dipercaya bagi si empunya.

Derai air mata buaya menyelimuti mukannya di depan media, ungkapan pun bagaikan sang pujangan saat pidato Negara, namun disaat rakyat mulai meronta – ronta, dengan tegap dia berkata “saya lah penguasa dan pemenang perolehan suara, jadi kalau tak suka tangkap dan binasa aja mereka”.

Terlintas pikiran ku tuk berkaca pada malam yang penuh manusia dengan realita yang melakonkan drama sang rahwana ... membawa ku mejadi bertanya apakah ini kehidupan rakyat di negri kita, dibawah penguasa yang jadi boneka si empunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar