Selasa, 19 April 2011

Lantunan Syair Kata Dan Jiwa

Putaran waktu bergerak tampa terasa, bagaikan angin bertiup pelan yang menerpa wajah renta. Aku duduk di temani laptop tua, menulis bait-bait kata yang keluar dari jasad dan pikiran jiwa ku sebagai manusia.
Draf kata dan nada keluar bagaikan irama, yang melantunkan makna dari rasa, di alam massa gemahripah loh jinawi.

Daun hari melambi bagaikan kan kepakan sayap burung malam, melintasi cakrawala mencari sarang persingahan. Beduk pilu berbunyi menada petang akan segera datang, suara azan, lonceng gereja, menjadi gema pembawa jiwa dalam pelukan rasa rindu akan kata bahagia.

Wahai jasad, raga dan jiwa, terparilah dalam satu nuasa kata semagat membara, di saat ku mendekap pilu dan nastapa, di alam tanah yang kaya raya. Dan yakin akan aku makna esok hari ada fajar bahagia, walapun disaat waktu tidak lagi menjanjikan, dikala hari tidak lagi mencerahkan dan mendung selalu meyelimuti dasawarsa dan membawa raga dalam pertentangan jiwa dialam manusia.

Wahai jasat, raga dan jiwa berpaculah dalam pertentangan nya dan hidup kan lah kembali semagat membara, agar pikiran dan raga ku menjadi satu dalam wujud manusia yang lahir dari kelas tak berpunya.. menuntut tatanan dunia baru yang lebih sempurna.

(12; 11; 2010 ... 8.38 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar