Selasa, 19 April 2011

Ratapan Ribuan Mata Dinegri Kaya Raya.....

Ribuan mata menagis melihat harta satu-satunya habis dirampas, alasan pembangguna negri
Ribuan tangan terpotong disaat lahan kerja, di rampas dengan alasan kemakmuran negri.
Ribuan mulut membisu disaat hendak teriakan suara kepedihan dan kemelaratan menerpa negri.
Ribuan kaki patah di saat jalan, diatas tanah yang menjadi warisan sejarah massa negri ini.
Ribuan mata menatap kosong disaat lapar dan dahaga datang dengan segaja diatas negrinya yang kaya raya.
Ribuan mata harus buta akan bahasa serta kata di atas negrinya yang telah mengenal elektronika ...
serta rubuan mata sakit, mederita, sengsara dan tertimpa malapetaka diatas tanah, bumi dan negrinya sendiri.

Harusnya, biarkan ribuan mata bersuara dan berkata serta berkarya diatas tanah, bumi dan negrinya sendiri.
Harusnya, biarkan ribuan mata bersatu padu bersama dalam gelak canda dan tawa bahagia dalam negri nya sendiri.
Harusnya, biarkan ribuan mata merdeka dan sejahtera diatas tanah, bumi dan negrinya sendir. 
Harusnya, jangan ada dusta yang harus menghantui ribuan mata, di negri yang dibangun atas kesatuan nasib yang sama.
Harusnya, Harusnya, ribuan mata.

Namun jikala itu semua terus terjadi kepada ribuan mata di negri ini. Maka kata-kata tidak kan cukup mengatasianya, bahasa pun tidak akan mewakilinya, kartun pun tidak akan menghiburnya.
Hanya gumana suara jiwa akan menjadi pertanda, bahwa akan lahirlah pergolakan massa, yang menuntut perubahan semua, menuju tatanan dunia tampa penidasan, penghisapan dan malapetaka.
Maka saat itu lah ribuan mata akan bahagia, tertawa dan sejahtera, bersama. Negri baru tanpa derita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar