Selasa, 19 April 2011

Resah Hati

Hari ku suram, mata ku buram, begitu juga dengan hidupku yang penuh dengan dendam. 
Dendamku, dendam hati, yang tumbuh dari mata dan diolah oleh ide dan lahirnya menyatu menjadi suatu kesimpulan pasti, dalam gerak langkah hari-hari. di alam bumi pertiwi.

Malam dan siang menjadi suatu rotasi putaran bumi, dengan hidup yang tiada pasti, kadang  ingin hati tuk lari, namun sudah ada tali ikatan yang mati, yang tidak mungkin teputus lagi.

Jalan terasa sempit, ruang pun terasa menjepit, tiada tempat dan waktu tuk dipijit, karna itu semua perlu duit. itulah suara-suara pipit  yang selalu bersuit-suit.

Hati terasa sedih, dada pun terasa perih, jika hari terus disakiti dengan dalil kesalahan lelaki.

Jeratan waktu tidak hilang dimakan hari, dan menjadi suatu kesatuan pasti, dalam putaran bumi, karna itu biarlah ini terjadi, karna ku tau pasti kapan akan berhenti, karna semua ini perlu bukti dan akan dijawab kelak suatu hari nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar