Hari ku suram, mata ku buram, begitu juga dengan hidupku yang penuh dengan dendam.
Dendamku, dendam hati, yang tumbuh dari mata dan diolah oleh ide dan lahirnya menyatu menjadi suatu kesimpulan pasti, dalam gerak langkah hari-hari. di alam bumi pertiwi.
Malam dan siang menjadi suatu rotasi putaran bumi, dengan hidup yang tiada pasti, kadang ingin hati tuk lari, namun sudah ada tali ikatan yang mati, yang tidak mungkin teputus lagi.
Jalan terasa sempit, ruang pun terasa menjepit, tiada tempat dan waktu tuk dipijit, karna itu semua perlu duit. itulah suara-suara pipit yang selalu bersuit-suit.
Hati terasa sedih, dada pun terasa perih, jika hari terus disakiti dengan dalil kesalahan lelaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar