Berjalan melintas beribu penyesalan, berbekalkan harapan hanya demi pembenaran.
Aku lelaki yang berdiri, diatara lidah kemanusiaan dalam otak kebenaran berdasarkan hapalan kitap kedewaan.
Aku lelaki durga dalam hapalan kata sangsekerta, dengan dalih sang dewa demi pelacuran raga semata dialam kehidupan sang manusia.
Aku lelaki hina lahir dari setetes sperma, masuk kedalam alat kelamin betina yang kemudian membentuk ku menjadi manusia, yang sekarang hanya bisa bicara dgn kata penuh dosa.
Aku lelaki dan juga manusia yang penuh dengan hasrat dunia, yang rindu surga dalam dekapan bapa dan bunda dari keluarga rakyat jelata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar