Bersama ku, dibawah naugan masa lalu di alam legenda rumah panjang. Ku duduk ditemani kopi dan laptop tua, menanti sang pujangan memberi kan inspirasi bagi pikiran yang dilanda duka jauh dari belayan kasih setia.
Bersama jiwa diatara payung sutra mengelilingi bantara rumah tua yang berlegenda, sayup irama musik gong dan kecapi tua yang dimainkan anak penghuni belantara, membawa raga ku rindu akan kasih setia.
Bersama raga dan logika ku terus jalan dialam dunia yang penuh duka, dan bersama dia ku terus kan hidup dalam pergolakan dunia, dalam pembebasan massa menuju tatana dunia yang tampa bahaya dan malapetaka.
Bersama dia kasih setia, yang menghadirkan alam surga di dunia, sebagai bukti ikrar persatuan raga dan jiwa dalam ikatan cinta manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar